ini ceritaku

ini hanya secuil tulisan yang dapat kutorehkan dalam sehalaman blog ini..
secuil tentangku…
namaku Marfidah,nama ini diberikan oleh bapak setelah hampir satu minggu ia memikirkan nama untukku.

Ternyata kata temanku Marfidah itu artinya menurut bahasa Arab itu fanatik, suka menolong, idealis, air terjun dll.

berdasarkan definisi itu jelas lah aku memilih definisi yang terakhir air terjun???

taw kenapa?

cari sendiri ya ..(aku sendiri juga nggak tau)
Marfidah …nama yang pendek bahkan menurut mbah dukun yang membantu ibuku melahirkan juga terlalu pendek (kata bapak, sebenarnya saat itu sudah mau dibawa ke rumah sakit, tapi keburu pembukaan terakhir dan aku sudah tak sabar ingin mellihat dunia) jadi lah aku terlahir ke dunia dibantu mbah Sarinem,,,meskipun sudah disuruh untuk menambah jumlah huruf dalam namaku bapak tetap saja tak mau.
hingga ketika aku SD, aku tanya apa harapan bapak atas nama itu, dan luar biasa sekali meskipun aneh dan entah diambil dari bahasa apa, kata Bapak, namaku berarti kedudukan hati yang terhormat, dan Bapak juga selalu mengajarkanku untuk berlaku baik dengan hati.

Cerita hidupku sampai usiaku yang sekarang kukira cukup panjang. Aku tumbuh di sebuah desa yang cukup jauh dari keramaian, bahkan dulu kalau ada motor lewat aja aku dan teman-temanku yang menjumputi melinjo tetangga atau pada saat mencari bekicot langsung saja tiarap bak orang militer menghadapi musuh. aku masih ingat jelas saat itu, kami selalu menjerit “culik-culik” ketika ada motor lewat maklumlah saat itu belum banyak motor yang berkeliaran seperti saat ini.

Pertama kali, cerita waktu aku TK, aku diidaftarkan TK dua kali, untuk yang pertama aku gagal bersekolah karena aku takut dengan teman-temanku, aku sering dijaili dan diolok-olok karena menggunakan tas yang jelek (tas dengan lebel Toko Mas milik ibuku yang sering dibawa ke pasar), aku nggak tahan dengan ejekan teman-temanku dan aku akhirnya ngambek nggak mau berangkat sekolah.
Hingga TK yang kedua, aku sudah ada perubahan, sedikit nyombong nih, waktu TK yang kedua ini aku termasuk siswa yang cepat paham maklum lah usia juga berpengaruh, tapi menyenangkannya, guru Tk ku masih mengingatku sampai sekarang dan selalu menyatakan bahwa dulu ketika TK aku adalah siswi yang pandai (sumpah, aku nggak bermaksud nyombong :))
Kemudian aku sekolah di SD Mudal, mau tau jumlah temanku di SD itu berapa??? hayooow coba tebak!

lebih sedikit dari jumlah siswa di tetralogi “Laskar Pelangi” aku punya enam orang teman jadi dalam satu kelas ada 7 siswa, bismillah semoga aku masih ingat nama-nama mereka, Eko Widyanto, Riyanto, Suparman, Sudarto, Supriyanto, (cow),,,Ria Ristiani, dan aku (cew) jadi ada lima cowok plus dua cewek..
seperti itulah keadaannya, SD dengan 6 teman,,,dan setelah kami lulus SD ku pun terpaksa harus dibubarkan dan digabung dengan SD yang lain..dan sekarang telah menjadi ladang jagung yang subur.
Ria, adalah satu-satunya teman cew. ku, ibunya meninggal saat kami kelas lima. kami selalu mencari sejumpit uang dengan berbagai cara, kami mencari melinjo, bekicot, dan membuat tas dari benang.
bahkan Ria sering menjual daun pisang, kalau aku lebih sering mencari rumput. Jualan melinjo kami sering digunakan untuk membeli LKS, terkadang untuk membeli burjo di Pasar Mudal…ahhh jadi kangen Ria…
Prestasiku di SD cukup lumayan, aku pernah memenangkan kejuaraan matematika (ituuuu dulu sekali) aku sering ikut lomba tahfidz dan mendapat juara, bahkan karena itu saat mau ke propinsi semua guru dan orang tuaku ‘nyarter bis’ untuk mendukungku…ahhh itu indah sekali
Perihal akademik, aku cukup lumayan, ya dari 6 siswa itu aku selalu berusaha untuk juara 1, agar
aku bisa dapet beasiswa dan benar saja, waktu itu aku dapat beasiswa dan tiap tiga bulan mengambil uang di kantor pos, mulai saat itu, sehabis shalat aku selalu berdoa agar aku mendapat beasiswa

Fase kedua-ku, saat SMP, aku masuk pesantren, itu keputusan kuambil sendiri dan sebelumnya aku shalat istikharah dulu. Saat itu, aku tak tahu jawabannya aku harus SMP dimana, SMP sambil mondok atau hanya mondok,,,maka dari itu, aku menulis semua pilihanku itu di bawah bantal dan setelah kutimbang-timbang aku memilih sekolah sambil mondok di pesantren. Pilihanku di amini oleh orang tuaku juga sangat didukung oleh Pak Muhyidin adik dari RKH. Raden Ikhsan Asyhari Almaghfurlah…(mari kirim alfatihah untuk beliau)
Masa SMP kulalui bersamaan dengan mondok, awalnya sangat nggak betah, ya maklumlah anak bungsu. Tapi akhirnya aku sangat nyaman tinggal di pondok banyak hal yang kudapat saat aku mondok, makan mi di atas ‘tampah’ bareng-bareng sama mbak-mbak pondok, piket asah-asah, di jodo2in, nderes apalan, ujian, sorogan, dan pernah waktu shorof ada ujian hapalan dan tulis aku dapet sarimi dua bungkus, bungkusnya masih tak simpen sampai sekarang,.
Ngaji Imrithi dengan KH. Jironi adalah kisah indah yang mungkin tak akan terlupa, beli bakso di tukang bakso keliling dan terkadang pak Jir menambah porsiku, kata Beliau “kok le tuku mung semono?” begitu baiknya beliau padaku. Saat ngaji pun Beliau adalah satu-satunya guru yang menyemangati perihal sekolah, aku senang karena pengertiannya saat aku ujian. Mengaji bersama beliau tak hanya sebatas menghafal kaidah dan nadhom semata tetapi lebih pada belajar hidup.
Di SMP, aku hanya menonjol di beberapa mata pelajarn, teman-temanku kuakui sangat pandai dan terbukti sekarang teman-temanku itu bertengger di Universitas ternama dan jurusan yang bonafit,,, tapi karena kasihNya untukku aku mendapatkatkan peringkat yang baik saat ujian masuk SMP sehingga aku mendapatkan beasiswa dari (sebuah merk alat elektronik ternama) selama tiga tahun sekolah bersama seorang teman lain yang sekarang kuliah di fakultas Kedokteran Umum…ahh dia memang hebat,,, aku mengakuinya,,,kami berdua sering mengambil uang beasiswa bersama.

Fase ketkia SMA, aku memilih bersekolah di MAN 2 Wates, banyak yang menyuruhku untuk sekolah di tempay lain yang kata mereka lebih bagus, tapi entah mengapa kakiku terasa ringan saat memutuskan untuk bersekolah di MAN 2 Wates,,,
di MAN, aku sempat dipercaya menjadi ketua OSIS selama dua periode ,,,ah itu hanya kebetulan
tapi semua yang kutulis disini benar2 bukan untuk menyombongkan tapi untuk dokumentasiku agar aku bisa mengingatnya kelak dan untuk kuceritakan pada anak-anakku…ahhh semoga mereka menorehkan tinta yang lebih indah daripada yang kutoreh.
Aku masuk kelas IPA dan ikut keterampilan komputer, ada PKL juga lho…jadinya kayak anak SMK..waktu SMA aku punya teman dan guru-guru yang baik, aku sering ikut pelatihan dan lomba keagamaan,,,dan saat itu timbul masalah karena jarak pondok dan MAN yang cukup jauh, dengan berat hati aku pindah ke pesantren yang lain. Di pesantren yang baru aku diikutkan lomba pidato bahasa Inggris, dan ketika ditetapkan jadi juara, aku di dapuk pesantren untuk mengajar bahasa Inggris di madrasah diniyah…ahhh aku jadi ingat sering memberikan tugas yang aneh-anaeh untuk teman-temanku…
Selanjutnya aku menarik ulur guru BK ku agar memberikan aku jalan untuk mendaftar di UGM,,, ya program PBUTM akhirnya membantuku masuk UGM, masuk jurusan Sastra Indonesia,,,entahlah kenapa aku bisa memilih jurusan itu, sebenarnya orang tuaku berharap aku memilih pertanian, kakakku berharap aku mengambil Gizi,,tapi waktu itu aku dikuatkan untuk memilih sastra Indonesia,,,mungkin memang jalanNya,,, dan saat ini aku sedang merenda kehidupan bersama sastra Indonesia,,,

tentang ind*m*e,,,aku gk punya cerita ,,,ini ceritaku..apa ceritamu???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s