sinopsis hikayat

SINOPSIS HIKAYAT KALILAH DAN DIMNAH

Hikayat Kalilah dan Dimnah adalah fabel termasyhur yang sampai sekarang masih dikenang dan dikenal orang. Hikayat  ini dikarang oleh Baidaba, seorang filosofIndiauntuk memberikan cerita ini kepada raja Djabsalim. Ibnu Al-Muqoffa, sastrawan muslim asal Arab, kemudian menterjemahkannya ke dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna yang terkandung di dalam karya aslinya.

I.DIMNAH HENDAK MENGHADAP RAJA RADJA SINGA

Diantara berbagai jenis binatang yang diperintah raja singa ada dua ekor serigala yang amat bijaksana, seekor bernama Kalilah dan seekor lagi bernama Dimnah.Suatu hari Dimnah menanyakan mengenai keadaan rajanya yang tidak pernah keluar dan berduka dengan Kalilah. Akan tetapi Kalilah memberi nasihat kepada Dimnah bahwa orang yang mencampuri urusan orang lain serupa dengan kera yang mencampuri urusan tukang kayu.

Cerita tentang kera yang mengintai pekerjaan seorang tukang kayu yang membelah kayu dan memasang baji.Kemudian setelah tukang kayu pergi, kera tersebut berusaha mencabut baji itu sampai ekornya hancur dan mati kesakitan.Setelah tukang kayu melihat ada kera yang mati terjepit tukang kayu berkata bahwa beginilah nasib orang yang suka mencampuri pekerjaan orang lain.

Kemudian percakapan Kalilah dan Dimnah berlanjut dengan hikmah kehidupan Kalilah menjelaskan mengenai orang yang mudah puas adalah orang yang tidak berharga karena orang yang bekerja hanya untuk perut dan nafsunya semata-mata dan merasa puas dengan hal itu tanpa memperdulikan yang lain maka orang itu sama dengan binatang.Dimnah menanggapi dengan kat hikmah serupa menurut Dimnah bahwwa dengan budi pekerti yang baik seorang dengan kedudukan yang rendah bisa naik pada kedudukan yang lebih tinggi dan begitu juga sebaliknya.Dimnah merasa harus menghadap raja singa karena ia berpikiran bahwa kenapa puas dengan kedudukannya sekarang padahal dapat meningkat lebih tinggi.

Dimnah mengira bahwa saat ini raja sedang ketakutan, ia merasa dan berpendapat bahwa orang yang arif bijaksana dapat mengerti keadaan sahabatnya baik lahir maupun batin.Kalilah masih meragukan kenekatan Dimnah itu,tetapi Dimnah sudah berkeras untuk menghadap raja singa meskipun sedikit ditentang dengan argumen-argumen Kalilah.Menurut Dimnah dengan perhatiannya terhadap rajanya itu ia bisa menjadi dekat dengan rajanya setelah dekat tentu ia akan mengetahui sifat dan kelakuan rajanya ia akan memberi nasihat jika menurutnya ada kesalahan dalam tindakan rajanya itu,dalam angan–angan Dimnah jika nantinya raja tahu bahwa ia seorang yang cerdik mak menurutnya raja singa akan memuliakan dan menghormatinya. Sebelum Dimnah pergi Kalilah memperingatkanya sekali lagi bahwa orang yang dekat dengan rajanya akan mendapatkan bahaya yang besar. Menurut Kalilah raja itu memang memiliki kemewahan dan kekayaan yang banyak tetapi disamping itu banyak pula bahaya yang mengancam di sekitarnya.Sebenarnya Dimnah pun meng iyakan hal tersebut tetapi menurutnya orang yang takut dengan bahaya tidak akan dapat  mencapai tujuannya.. Menurut Dimnah tujuan seseorang tidak akan tercapai tanpa kemauan yang tinggi, dan keberanian yang besar.

Akhirnya Kalilah menyerah dan hanya mampu mendoakan Dimnah yang sudah berpendirian kuat untuk bertemu rajanya agar Allah memberikan kebaikan kepadanya.

II. DIMNAH DIHADAPAN RAJA SINGA

Suatu hari Dimnah datang menghadap raja singa, sebelumnya raja sama sekali tak mengenal siapa yang tiba-tiba datang menyembahnya itu,tetapi kemudian setelah diterangkan siapa ayah Dimnah raja bertanya dimanakah Dimnah selama ini, Dimnah pun menjelaskan bahwa selama ini ia menantikan sesuatu yang dapat ia lakukan untuk mengabdi kepada rajanya  walaupun ia seorang yang hina tetapi kadang juga mempunyai perlu kepada rajanya, kata Dimnah ranting yang kering di jalanan kadang ada gunanya setidaknya sebagai penggaruk gatal pada tubuh yang tak tercapai oleh tangan.

Raja pun tercengang mendengar pernyataan Dimnah itu, ia menyimpulkan bahwa Dimnah adalah orang yang bijak dan berilmu meskipun belum terkenal namanya.Karena raja termenung cukup lama akhirnya Dimnah meminta maaf jika raja tidak berkenan dengan kedatangannya Dimnah melanjutkan kata-kata hikmahnya bahwasannya tali busur dari urat binatang mati akibat ulah orang setelah terpasang dalam busur tangan raja sekalipun tidak akan segan memegangnya.Karena Dimnah khawatir bahwa raja tahu siapa ayahnya Dimnah memberikan pengertian bahwa seorang raja yang bijak tidak akan melihat seseorang dengan melihat siapa ayahnya.Tetapi seorang raja yang baik hanya akan memuliakan atau menghinakan seseorang hanya dengan melihat siapa diri seseorang itu, karena sesungguhnya tidak ada orang lain yang lebih dekat kepada seseorang kecuali dirinya sendiri.

Raja semakin heran dengan Dimnah kemudian raja bersabda : manusia itu ada dua macam yang pertama yakni orang yang panas tabiatnya semisal ular yang bebisa jika kebetulan ia terinjak dan belum menggigit jangan pernah menginjaknya sekali lagi karena ular itu tentu akan menggigit siapa yang menginjaknya itu.Kedua orang yang dingin tabiatnya seperti ranting yang kering jika ia lama tak digosokkan maka akan keluar api dari ranting kering itu.Oleh sebab itu apabila raja lupa menghormati seseorang yang patut dihormati,janganlah sebagai raja ia terus menerus lupa. Lebih baik semua kelupaanya itu ditebusnya.

III.DIMNAH MENGAJAK SJATRABAH MENGHADAP RAJA SINGA

Sejak kejadian Dimnah menghadap raja itu, Dimnah telah duduk disamping raja singa. Suatu hari Dimnah menanyakan kenapa raja lama berdiam diri di rumah apa yang menyebabkan raja seperti itu.Tiba-tiba terdengar lenguh Sjatrabah ditengah pertanyaan dimnah itu. Raja terlihat ketakutan saat mendengar lenguh itu dan raja hanya tetap diam. Dimnah pun menyimpulkan bahwa raja singa selama ini memikirkan suara lenguh itu.Dimnah akhirnya menceritakan kisah seekor serigala yang melihat tabuh yang tergantung di dahan karena angin yang bertiup ranting-ranting pun akhirnya mengenai tabuh itu dan terdengarlah suara yang besar dari tabuh itu.Serigala tersebut berharap bahwa tentunya tabuh itu punya daging yang banyak. Serigala itu melompati tabuh dan menjatuhkannya kemudian menggigitnya  tapi ternyata tabuh itu kosong tak berisi. Dengan kecewa serigala berkata bahwa besar suaranya tiada isinya.Oleh sebab itu jika kita takut pada suaranya saja jika kita bertemu langsung dengan sumber suara itu tentu rasa takut itu akan hilang.Kemudia Dimnah meminta ijin untuk memeriksa suara lenguh itu.

Raja memberikan ijin kepada Dimnah untuk memeriksa suara itu, tetapi setelah Dimnah pergi raja menjadi khawatir kalau-kalau Dimnah akan berkhianat dan memilih ikut dengan yang bersuara keras itu.Akan tetapi kekhawatiran raja akhirnya usai setelah melihat Dimnah kembali.Dimnah pun menyampaikan kepada raja bahwa yang memiliki suara keras itu hanyalah seekor lembu yang tidak berbahaya.Mendengar pernyataan Dimnah raja belum percaya karena raja tidak begitu sependapat dengan orang yang menyepelekan segala sesuatunya.Setelah lama berbincang-bincang akhirnya Dimnah memutuskan untuk mengajak Sjatrabah berhadapan dengan raja singa.

Dimnah berjanji akan menanggung keselamatan Sjatrabah ketika berhadapan dengan raja singa nantinya. Ketika berhadapn dengan raja singa Dimnah langsung bersujud dengan takzim dan menceritakan asal usulnya.Raja begitu bahagia melihat tingkah laku Sjatrabah dan raja memutuskan menjadikan Sjatrabah sebagai teman raja yang dimuliakan. Sjatrabah bahagia mendengar itu semua ia pun langsung mendoakan keselamatan bagi raja singa.

IV.DIMNAH MENJADI DENGKI KEPADA SJATRABAh

Setelah beberapa waktu Sjatrabah berada di kerajaan singa Sjatrabah berperilaku baik bahkan menurut raja budi pekertinya sempurna dan sifatnya dapat dipercaya.Melihat itu semua raja semakin mengasihinya dan meningkatkan derajatnya lebih dari yang lain.Dimnah menjadi dengki kepada  Sjatrabah yang diperlakukan istimewa itu dan makin hari kedengkiannya itu semakin kuat. Suatu hari ia mengadukan kisahnya itu kepada Kalilah.

Dimnah menceritakan semua kejadian mengenai Sjatrabah kepada Kalilah.Dengan begitu semangat Dimnah ingin kembali mendapatkan kehormatan dan kedudukan yang tinggi lagi. Dimnah merasa bahwa Sjatrabah lah yang telah mengambil semua perhatian raja.Dimnah menceritakan banyak kisah tentang suatu pekerjaan yang dlakukan dengan akal sempurna pasti akan berhasil.

Sebelum Dimnah kembali ke kerajaan untuk melakukan rencananya mengambil kembali perhatian raja dan ingin mendapatkan kedudukan tinggi, Kalilah memperingatkannya bahwa jika apa yang akan ia lakukan dapat membahayakan raja maka janganlah melakukan perbuatan itu, intinya Kalilah menasihati Dimnah agar tidak berkhianat dengan rajanya.

V.DIMNAH MEMPETENAHI ( MEMPENGARUHI) RAJA SINGA

Beberapa hari Dimnah tidak datang menghadap raja, suatu hari ketika raja sedang duduk sendirian di taman Dimnah menghampirinya.Dimnah mulai melaksankan aksinya untuk mempengaruhi raja.Dimnah mengatakan bahwa ada sesuatu yang buruk akan terjadi.Dengan kata-kata yang disusun dengan begitu rapi, Dimnah mengatakan bahwa Sjatrabah telah mempetenahi bala tentara raja singa karena Sjatrabah telah mengetahui keberanian dan kepandaian raja, dan Sjatrabah telah merencanakan sesuatu untuk berselisih dengan raja.Dimnah juga mengatakan bahwa Sjatrabah ingin menggantikan posisi raja baik menggunakan cara baik maupun jahat.

Dimnah dengan hati-hati menceritakan itu semua agar terlihat meyakinkan raja.untuk meyakinkan raja Dimnah menceritaka kisah tiga ekor ikan dalam sebuah danau.dalam sebuah telaga ada tiga ekor ikan yang hidup di dalamnya  si  paling cerdik,si cerdik, dan si bebal.Dekat telaga tersebut mengalir sungai yang jernih.Suatu hari ada dua orang penangkap ikan.Kedua penangkap ikan itu awalnya hanya akan menangkap ikan di sungai tetapi krena melihat sebuah telaga ia berniat untuk membawa jala esok harinya.Si paling cerdik tahu bahwa bahaya akan terjadi pada dirinya maka ia langsung mencari jalan menuju sungai dan akhirnya pergi dari telaga itu. Esoknya dua penangkap ikan itu datang lagi dan memasang jala di telaga itu, si cerdik baru sadar bahwa ia dalam bahaya ia kemudian mencari jalan untuk menuju sungai tetapi sayangnya jalan itu telah tertutup jala. Berbeda dengan si Bebal yang tetap tak berkutik hanya berjalan hilir mudik saja.Akhirnya si cerdik dan si bebal pun tertangkap.

Mendengar cerita Dimnah raja menjadi bingung karena menurut raja selama ini Sjatrabah tidak pernah berbuat jahat kepadanya. Dimnah pun memberikan pernyataan yang menguatkan raja singa bahwa Sjatrabah akan berbuat jahat kepadanya.Raja tidak suka dengan kata-kata Dimnah yang semakin tajam sampai akhirnya raja marah kepada Dimnah dan ingin memanggil Sjatrabah tetapi dengan kata-kata Dimnah yang hati-hati dan begitu manis menyebutkan ciri-ciri seorang yang akan berkhianat bahwa matanya merah,tulang persendiannya gemetar,digeleng-gelengkan kepalanya,dan digerakkan tanduknya seperti akan berperang.

Akhirnya raja pun mau untuk mendengar nasihat Dimnah agar berhati-hati jika Sjatrabah memenuhi tanda-tanda yang disebutkan.

VI.DIMNAH MEMPETENAHI (MEMPENGARUHI) SJATRABAH

Dengan kelihaian Dimnah berkata-kata ia meminta ijin kepada raja untuk menemui Sjatrabah ini hanya merupakan siasat Dimnah agar semuanya terlihat baik dan sebagai perintah raja padahal sesungguhnya Dimnah hanya ingin menghasut Sjatrabah.Setelah raja mengijinkannya mulailah ia mnghasut Sjatrabah bahwa suatu hari raja berkata bahwa alangkah gemuknya badan Sjatrabah itu padahal bagiku ia sudah tidak berguna lgi untuk hidup.aku ingin membunuhnya dan menjadikan ia sebagai makanan bala tentaraku.Karena pandainya Dimnah berkata-kata dan karena diulang-ulangnya janjinya untuk menjaga keselamtan jiwa Sjatrabah selama-lamanya maka akhirnya dengan rayuan dan hasutan Dimnah yang begitu meyakinkan walaupun masih agak ragu tetapi Sjatrabah mulai sedikit percaya.

Seperti saat menghasut raja, Dimnah juga memberi tanda-tanda yang akan dilakukan raja jika memang raja akan berbuat jahat kepada Sjatrabah seperti yang telah ia katakan tadi.Bahwa raja akan bangun lalu duduk menjengkung dan kepalanya akan ditegakkan matanya juga akan bercahaya memndangmu dan telinganya berdiri serta mulutnya menganga. Jika tanda-tanda itu benar-benar terjadi maka Sjatrabah akan benar-benar percaya kepada kata-kata Dimnah.

VII. SJATRABAH DIBUNUH RAJA SINGA

Setelah selesai mempetenahi Sjatrabah, Dimnah menemui Kalilah untuk mengajaknya melihat kematian Sjatrabah. Sjatrabah yang telah termakan omongan Dimnah pun menghadap raja dan menantangnya karena sama-sama telah terhasut akhirnya mereka pun bertanding. Melihat keadaan itu Kalilah menghujat Dimnah bahwa ternyata sahabatnya itu sangat kejam dan hina , Kalilah yang merasa sering memberi nasihat kepada Dimnah merasa sangat kecewa.Akhirnya, ketika raja telah mengalahkan Sjatrabah yang telah terguling di tanah dan tidak bernyawa lagi.

Setelah raja singa hilang marahnya bercucuranlah air matanya dan sedih hatinya melihat Sjatrabah. Raja singa kemudian sadar dan menyesal dengan perbuatannya tadi. Ia kemudian berpikir bahwa Sjatrabah hanya difitnah saja.

Melihat raja singa bersedih Dimnah lalu mendekatinya dan menghibur raja dengan mengatakan bahwa musuh raja telah tiada dan tidak ada gunanya lagi untuk bersedih.Hati raja singa sedikit tenang, tetapi kemudian ia tahu bagaimana sifat Dimnah yang sesungguhnya.

VIII. MEMERIKSA PERKARA DIMNAH

Suatu hari, harimau  salah seorang pembesar kerajaan yang terpercaya pulang ke rumahnya dari kerajaan. Di tengah jalan,ketika samapi di dekat rumah Kalilah dan Dimnah ia mendengar suara Dimnah yang sedang menyesali dan menasihati Dimnah. Harimau mendengar bahwa Dimnahlah biang dari kematian Sjatrabah.Sehingga Kalilah tidak bisa lagi hidup bersama dengan Dimnah. Mendengar itu semua Harimau kembali ke kerajaan dan menemui ibu singa. Harimau menceritakan segala yang didengarnya tadi kepada ibu singa, dan menyuruh ibu singa untuk merahasiakannya terlebih dahulu.

Keesokan harinya Ibu singa melihat keadaan raja singa yang begitu bersedih karena kehilangan sahabat baiknya yang ia bunuh sendiri. Melihat anaknya bersedih ibu singa lalu menceritakan semua yang dikatakan harimau kepadanya semalam tanpa menyebut nama harimau. Mendengar cerita ibunya tadi, raja singa seketika itu juga marah besar dan memanggil semua pembesar kerajaan.Kemudian raja juga memanggil Dimnah tanpa berdosa ia menghadap raja dan menanyakan apa yang terjadi.Ibu singa begitu jengkel melihat Dimnah yang serasa tanpa dosa. Ibu singa kemudian memutuskan agar hakim yang memeriksa semua perkara ini dan untuk sementara memenjarakan Dimnah.

Mendengar Dimnah dipenjara, ketika larut malam Kalilah diam-diam menemui sahabatnya itu ia mengatakan keprihatinannya dan menyesalkan perbuatan Dimnah yang hanya didasari nafsunya sehingga mengalahkan akalnya.Setelah lama bercakap-cakap akhirnya Kalilah pulang ke rumahnaya.

Keesokan harinya semua orang dikumpulkan untuk mengadili Dimnah dipimpin oleh seorang hakim.Hakim meminta seorang saksi untuk berbicara dalam forum itu mengenai keterangan perkara Dimnah.Tak ada seorang pun yang berkata –kata, dengan angkuhnya Dimnah lah yang banyak berkata-kata mengenai kebaikan. Kemudian penghulu babi memberikan ciri seorang bedebah seperti Dimnah.Dimnah begitu malu mendengar semua pernyataan babi.

Suatu hari seekor rubah kepercayaan raja sekaligus sahabat Kalilah bercerita bahwa tidak lama setelah Dimnah masuk penjara Kalilah jatuh sakit dan mati.Rubah kemudian menemui Dimnah dan menceritakan kematian Kalilah dengan sangat sedih Dimnah mendengar cerita itu dan kemudian menyuruh rubah unutuk mengambil seluruh harta yang ia simpan dirumahnya.

Keesokan harinya ibu singa baru tahu bahwa raja belum memutuskan hukuman untuk Dimnah. Hakim belum mampu memutuskan hukuman jika belum ada bukti atau saksi yang kuat meskipun sebenarnya hakim yakin bahwa Dimnah memang bersalah. Rajapun demikian ia tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada bukti yang jelas. Akhirnya raja menanyai ibu singa tentang informasi yang menyatakan cerita pertama tentang kelakuan Dimnah.Setelah meminta ijin kepada harimau dan dengan bujukannya harimau mau memberikan penjelasan.Setelah mendengar  cerita harimau Raja memerintahkan untuk mmbuh Dimnah. Akhirnya Dimnah dibunuh dalam penjaranya.

Demikianlah kisah orang yang mencari keuntungan diri sendiri dengan merugikan orang lain, perbuatannya itu akan mendapatkan balasan juga.

Pengelompokan Hikayat Kalilah dan Dimnah

 

Pengelompokan Hikayat Kalilah dan Dimnah menurut klasifikasi karya Sastra Melayu Liaw Yock Fang termasuk dalam golongan cerita berbingkai yaitu cerita biasa yang didalamnya disisipkan cerita-cerita lain, di dalam cerita ada tokoh yang bercerita di dalamnya pun mungkin ada cerita sehingga ceritanya berkembang.Ciri cerita berbingkai biasanya tokoh adalah binatang-binatang yang memiliki ciri manusia yang dapat berbicara dan memberi nasihat.Seperti Kalilah dan Dimnah yang merupakan serigala dan Stjarabah yang merupakan seekor lembu.

Menurut tujuannnya Hikayat Kalilah dan Dimnah tergolong cerita berbingkai yang mempunyai tujuan untuk memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi karena terdapat banyak nilai  politik dan kehidupan dalam hikayat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s