Ceretera Haji Sabar Ali

Teks Ceretera Haji Sabar Ali terdapat dalam dua edisi:

  1. Edisi Jawi (British Library, Perpusnas RI, Universitas Leiden)
  2. Edisi Rumi: (tidak ada yang lengkap, bagian-bagiannya dimiliki oleh National Library of  Singapore, Perpusnas RI, School of  Oriental and African Studies)

Karya ini kurang terkenal, kajiannya hanya pernah dilakukan oleh Skinner yang menerbitkan teks dan terjemahan edisi Jawi. Skinner tidak mengenal versi Rumi. Buckley menyatakan bahwa yang mengarang ceretera ini adalah Munsyi Abdullah, Skinner juga menyetujuinya.

Deskripsi Edisi Jawi dan Rumi:

  1. Edisi Jawi

(30 halaman (1 gambar, hl. Judul, 1-35 ), tanpa penomoran, cap batu jawi, halaman berukuran 20 x 13 cm, dalam bingkai 12,5 x 8 cm dengan 9 baris per halaman, penerbit Bukit Zion, tanggal 12 April 1851)

  1. Edisi Rumi

Majalah : Taman Pungutan bagie Kanak-Kanak

Penerbit : B.P. Keasberry

Pencetak : Mission Press, Singapura

Cetak huruf rumi, halaman berukuran 17 x 10 cm (bervariasi antara jilid); teks tanpa bingkai, 10,5 x 6,5 cm, dengan 26 baris per halaman.

Teksnya berjudul “Deri Hal Haji Saburali”, diterbitkan dalam Jilid IV, no. 39 (tertera pada halaman 48).

 

Versi dalam Media

Ceretera Haji Sabar Ali  yang selanjutnya disebut CHSA merupakan cerita yang aneh. Kisahnya didasarkan pada kasus pembunuhan yang baru diadili di Singapura. Versi kisah CHSA, baik dalam edisi Jawi maupun Rumi tidak menyimpang jauh dari versi yang terlihat oleh media.

Persoalan pengarang dan khalayak dipermasalahkan

Terdapat penyimpangan dalam edisi rumi CHSA karena tujuan penulisan CHSA untuk khalayak kanak-kanak tetapi yang tersirat dari teksnya teks ini juga untuk orang dewasa.

 

CHSA Edisi Jawi

Terdapat penyimpangan dalam edisi Jawi CHSA, kesan awal ceritera ini adalah sebuah ceritera yang hebat, ceritera seram. Keasberry memanfaatkan sensasi pengadilan dan penggantungan, dengan kepentingannya sebagai missionaries.

Narator yang bernada Islam ditandai denga Allahu’alam dan sanat sampai pada halaman 15 nyaring terdengar tetapi setelah itu suara narrator mulai menghilang. Suara didaktis yang penuh keyakinan dan objek yang dituju adalah orang Keling, Hindu, dan Islam yang telah menjadi “kamu”.  Suara naratornya berubah menjadi “kami” , yaitu orang selain Keling, Hindu, dan Islam.

Padahal, Abdullah tidak pernah menjarakkan dirinya dengan pembaca dengan “kami” dan “kamu”, karena Abdullah sering mengasumsikan bahwa pembacanya memiliki nilai yang sama dengan dirinya, yang dikritik adalah “mereka”.

Pada halaman 15 terdapat pembelaan terhadap peradilan Inggris, akan tetapi perlakuan pemerintah Inggris pada jenazah tidak dibahas.  Hukum Inggris dibela karena didasarkan pada hokum Allah yang terdapat dalam kitab Injil. Pengarang mengembangkan khotbah dengan implikasi ayat Injil. Terdapat keanehan-keanehan dari logika pengarang yang berubah-ubah.

Sentiment yang berupa khotbah kristiani sulit dicocokkan dengan pendapat Buckley kalau CHSA ini dikarang oleh Abdullah. Ia tidak menggunakan prinsip teks yang otonom tetapi malah beralih menggunakan pendekatan sejarah. Hasilnya tidak meyakinkan.

Abdullah tidak pernah melihat masalah apa pun dalam membantu missionaries menerjemahkan kitab Kristen ke bahasa Melayu, tetapi ia tetap bukan seorang penginjil yang tersirat pada narator CHSA.

Hanya kaligrafi saja yang merupakan alasan paling masuk akal, Skinner tidak mampu menjelaskan hubungan antara isi teks dengan Abdullah .  Keasberry lah yang sepertinya mengarang CHSA meski tidak sendirian.

Dalam CHSA yang ditonjolkan sebagai pengarang dan penginjil adalah Keasberry. Akan tetapi, kiat retorikanya dan keterampilan berbahasanya khas Abdullah. Menurut Skinner, Abdullah berhasil menciptakan satu gaya yang sesuai untuk Keasberry. Abdullah dalam cerita ini adalah ghost writer.

Kemungkinan yang lain, ceritera ini dikarang oleh Keasberry yang mampu menempati kekhasan Abdullah dalam berbahasa. Hal ini masuk akal, karena Keasberry belajar bahasa Melayu dari Abdullah.

 

 

 

 

CHSA Edisi Rumi

CHSA edisi rumi ditujukan untuk khalayak kanak-kanak. Tulisan ini dimuat dalam majalah Keasberry Taman Pengutahauan Bagie Kanak Kanak sehingga jelas mengandung muatan kristiani.

Frasa ‘Allahu’alam’ diganti menjadi Allah yang tahu, kata sanat dihilangkan, nama-nama pelaku disesuaikan dengan versi Inggris:

Sabar Ali         : Saburali

Oli sab             : Olisha

Cinna mastan  : Chinna Marican

Kesempatan dalam kesempitan

Keasberry memanfaatkan CHSA karena menyangkut kisah seorang haji yang jahat. Hal itu disebakan oleh tipe karangan majalah Keasberry yang kalau tidak orang Islam masuk Kristen atau orang Islam yang jahat.

Teks dasar CHSA

Edisi cap batu jawi dari 1851 yang digunakan dalam penelitian Sweeney.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s